Atur Jarak Kelahiran Anak dengan Program KB IUD

Sebuah pernikahan tidak lengkap tanpa hadirnya buah hati untuk itu memiliki seorang anak merupakan sebuah impian sekaligus anugerah terindah dari Tuhan. tetapi untuk ukuran zaman sekarang menjaga jarak kelahiran antar anak menjadi sangat penting.

Idealnya jarak kelahiran antar anak satu dengan yang lainnya berkisar 4-5 tahun.

kb iud

Jarak lahir anak yang terencana dengan baik bisa meningkatkan kualitas hidup rumah tangga menjadi lebih harmonis dan tertata. Beberapa manfaat yang didapat antar lain :

1. Anak mendapatkan hak ASI penuh selama 2 Tahun.

2. Anak usia 4-5 tahun sudah mengerti dengan kehadiran anggota keluarga baru, sehingga rasa kecemburuan dapat berkurang.

3. Anak usia 4-5 tahun sudah dapat hidup mandiri seperti memakai baju, urusan kamar mandi dan makan.

4. Untuk sisi orang tua menjadi memiliki banyak waktu untuk mencurahkan kasih sayang pada anak pertama.

5. Dari segi keuangan lebih mapan dan stabil karena sudah dipersiapkan sejak dini.

6. Jarak lahir anak 4-5 tahun memungkinkan tubuh ibu siap untuk hamil dan melahirkan, karena kondisi kesehatannya yang sudah membaik seperti luka bekas jahitan dan kondisi rahim yang sudah kembali normal.

Menjaga jarak kelahiran anak bisa dilakukan dengan cara KB IUD (intrauterine device) atau spiral. Alat kontrasepsi ini bekerja dengan cara menghambat gerak sperma menuju rahim untuk mencegah proses pembuahan.

IUD dipasang di dalam rahim wanita dan berbentuk huruf T dengan benang yang menjulur hingga ke mulut rahim.

IUD merupakan alat kontrasepsi jangka panjang karena sekali pemasangan dapat bertahan selama 3-10 tahun. Beberapa manfaat yang didapat dari penggunaan kontrasepsi ini adalah :

1. Sangat efektif mencegah kehamilan hingga 99%.

2. Lebih praktis dan hemat karena sekali pasang untuk jangka waktu yang panjang, serta dapat dilepas kapan saja tanpa adanya syarat tertentu saat ingin merencanakan kehamilan.

Dibanding dengan alat kontrasepsi lainnya tarif IUD lebih murah karena hanya mengeluarkan biaya saat pemasangan awal dan pelepasan.

3. Aman untuk ibu menyusui karena tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

4. IUD direkomendasikan untuk penderita penyakit tertentu seperti darah tinggi atau penyakit dalam lainnya karena tidak mengandung bahan kimia, serta minim efek samping.

5. Tidak akan memengaruhi berat badan seseorang.

6. Tidak mengganggu kesuburan karena merupakan alat kontrasepsi non hormonal.

Jangan khawatir dan panik jika tubuh anda mengalami perubahan paska pemasangan IUD terutama di bulan-bulan awal, karena tubuh anda sedang menyesuaikan dengan benda asing yang ditanam di tubuh.

Beberapa keluhan yang mungkin timbul antara lain kram perut atau sakit perut seperti mulas yang terjadi 1-7 hari, munculnya bercak darah, terjadinya pola perubahan menstruasi di bulan awal terutama bulan pertama dan kedua.

Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai setelah pemasangan IUD antara lain munculnya keputihan yang disertai bau tidak sedap, nyeri perut hebat yang berlangsung terus menerus, pendarahan yang tidak kunjung berhenti dan mengganggu aktivitas, jika mengalami salah satu gejala diatas segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Jika IUD tidak sengaja terlepas jangan sekali-kali untuk memasangnya sendiri, memasang IUD tidak bisa dilakukan sembarangan harus dengan bantuan medis seperti dokter atau bidan.

Kontrasepsi IUD sangat praktis dan mudah, pemasangannya sangat cepat hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit dan bisa dilakukan di Puskesmas, dokter praktek pribadi, bidan, dan rumah sakit.

Biaya yang dikeluarkan relatif terjangkau, hemat waktu kontrol karena dilakukan setahun sekali serta tidak mengganggu kenikmatan berhubungan dengan suami. Itulah tadi sedikit informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan menginspirasi. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *