Kapan Harus Fisioterapi? Temukan Jawabannya Lengkap Dengan Metode yang Tepat

Ketika mengalami cedera fisik, ada orang yang mengabaikannya dan berujung pada kecacatan. Padahal kondisi tersebut bisa dihindari dengan melakukan fisioterapi. Lantas kapan harus fisioterapi agar kondisi fisik kembali pulih?

Sebagai salah satu cara melakukan rehabilitasi pasca cerea fisik, fisioterapi juga banyak dilakukan untuk memastikan semua bagian fisik bisa berfungsi dengan baik. Kebanyakan fisioterapi dijadikan solusi oleh orang pasien dengan diagnosa radang pada sendi, sakit pada bagian kepala dan leher, hingga masalah susah buang air.

Kapan Harus Fisioterapi? Kondisi Ini Jawabannya

Tidak semua kondisi kesehatan mengharuskan Anda melakukan fisioterapi. Tapi, ketika salah satu atau beberapa kondisi ini terjadi pada bagian tubuh Anda, maka ada baiknya untuk segera mencari tenaga profesional untuk terapi tersebut.

1. Setelah Serangan Jantung

Seorang pasien penyakit jantung, sangat berhubungan dengan kondisi fisik yang tidak maksimal. Alasannya, ketika jantung tidak bekerja dengan baik otomatis aliran darah di dalam tubuh juga tidak lancar.

Makanya ketika seseorang pernah mengalami serangan jantung, sangat disarankan pada proses pemulihannya melibatkan fisioterapi. Fungsinya, agar peredaran darah dipastikan benar-benar lancar kembali. Sehingga tidak ada bagian tubuh, yang menjadi kaku akibat tidak mendapat pasokan oksigen dari darah yang mengalir.

2. Masalah Tulang

Cedera fisik yang membuat tulang patah, selain perlu pembedahan untuk mengembalikan posisi tulang juga perlu mengembalikan kemampuan tulang untuk bekerja dengan baik. Jadi, usai mendapat tindakan pada tulang yang patah atau bermasalah maka pasien akan disarankan untuk melakukan fisoterapi.

Jenis dan lamanya proses fisioterapi yang dibutuhkan, akan disesuaikan dengan kondisi tulang. Ada yang hanya butuh fisioterapi rutin, dengan durasi beberapa beberapa minggu hingga beberapa bulan hingga tuntas.

Contohnya, ketika pasien mengalami patah tulang paha biasanya selain pengobatan rutin juga perlu fisioterapi. Agar fungsi tulang kembali membaik, si pasien bisa berjalan lagi tanpa masalah.

3. Masalah Otot dan Sendi

Kondisi kaku, yang disebabkan sendi kaku merupakan saat yang juga perlu penanganan dengan terapi fisioterapi. Apalagi ketika nyeri yang dialami di bagian kaku, sudah tidak bisa ditahan dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika diabaikan, maka kemungkinan cacat bisa terjadi sebab kondisi bagian tubuh tersebut tidak diberi waktu untuk pulih dengan cara yang tepat. Contohnya, yaitu masalah sendi di bagian bahu, lutut dan siku.

Pada kondisi awal sakit, mungkin banyak yang mengabaikan, tapi jika sudah makin serius maka fisioterapi bisa jadi salah satu solusi. Pastikan saja untuk melakukan konsultasi dengan dokter, agar metode fisoterapi yang digunakan benar-benar cocok untuk penyembuhan yang diinginkan.

4. Masalah Saraf Otak

Beberapa kondisi masalah pada saraf otak, yang membutuhkan terapi jenis fisioterapi adalah penderita Parkinson. Pasien ini dengan kondisi saraf terganggu, sehingga gerakan tubuh ikut terganggu.

Kemudian, seseorang yang mengalami stroke yang mengganggu kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Seperti kaku sebelah bagian tubuh, perlu dilakukan fisioterapi untuk memulihkan kembali kondisi tubuh pasien.

Kondisi lain yang juga membutuhkan fisioterapi adalah, gangguan saraf yang menyebabkan terganggunya komunikasi antara tubuh dengan otak. Akibatnya gerakan tubuh tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan otak.

Juga masalah sakit kepala dan leher, yang sudah mengganggu aktivitas seseorang dalam waktu lama. Jika salah satunya Anda alami, maka sudah waktunya melakukan fisioterapi.

5. Masalah Pada Paru-Paru

Kondisi paru-paru yang tidak normal, juga menjadi indikasi perlunya fisioterapi. Tapi, harus melalui koordinasi dengan dokter saraf dan penyakit dalam. Beberapa masalah paru-paru, yang butuh fisioterapi adalah Cystic Fibrosis, obstructive kronis. Kedua masalah ini, berdampak ke seluruh tubuh penderita bukan lagi hanya menggerogoti paru-paru saja

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *